
Perkembangan zaman yang disertai dengan perkembangan teknologi di era digital dapat mempermudah berbagai proses dalam kehidupan sehari-hari. Namun di sisi lain, perubahan besar ini juga dapat memicu terjadinya stres dan kecemasan. Mari kita bahas lebih lanjut.
Era digital merupakan masa dimana teknologi digital menjadi bagian utama dan memiliki peranan yang begitu besar di kehidupan sehari-hari. Dalam era ini, akses untuk komputer, internet dan perangkat digital lain sangat mudah untuk diraih dan dapat dimiliki oleh hampir semua orang di berbagai lapisan ekonomi.
Dalam era ini, kemudahan terhadap berbagai informasi sangat dirasakan, termasuk dalam hal komunikasi maupun sosial karena berbasis digital dan dapat diperoleh secara online.
Ciri-ciri era digital
Tanda khas yang dapat ditemukan pada era digital adalah akses ke informasi sangat cepat seperti melalui internet maupun berbagai search engine. Selain itu, akses untuk berkomunikasi juga sangat mudah melalui media sosial, video call dan aplikasi untuk mengirimkan pesan. Oleh karena itu, jarak dan perbedaan waktu seharusnya sudah tidak menjadi masalah.
Pada era ini juga dapat terlihat otomatisasi dan digitalisasi di berbagai bidang seperti dalam bidang pendidikan, kesehatan, bisnis, hingga pemerintahan. Berbagai hal yang biasanya harus dilakukan dengan datang ke tempat, kini dapat lebih mudah melalui proses online.
Tidak hanya prosesnya, data juga merupakan aset yang penting dan kini basisnya sudah dalam bentuk digital. Penggunaan perangkat digital juga hampir digunakan oleh semua orang di semua aktivitas melalui smartphone, laptop, tablet dan perangkat lain.
Belanja online juga bukanlah hal yang baru di era digital ini. Hal serupa juga dilakukan untuk belajar maupun kuliah menggunakan platform online. Bekerja di rumah juga menjadi pilihan yang cukup diminati di era digital. Bahkan hiburan digital seperti streaming musik maupun film dan game juga sangat diminati di era digital ini.
Stres dan kecemasan di era digital
Di balik berbagai kemudahan dan perkembangan di era digital, kondisi ini juga dapat memicu stres dan cemas. Salah satu penyebab utama stres dan kecemasan ini timbul karena adanya overload informasi. Dengan perkembangan di era digital, berbagai berita, notifikasi dan konten dapat dengan sangat mudah diperoleh.
Di satu sisi, hal ini bisa berdampak positif karena semua orang di berbagai daerah bisa memperoleh informasi yang sama di waktu yang sama. Tanpa adanya halangan karena perbedaan waktu maupun jarak.
Namun karena informasi ini juga bisa diterima oleh berbagai kalangan, respons maupun reaksi terhadap informasi tersebut bisa berbeda. Hal ini juga dapat memicu stres dan cemas jika tidak dapat merespon informasi dengan baik.
Dengan begitu mudahnya akses ke berbagai konten, seperti melalui sosial media, hal ini juga dapat menimbulkan rasa rendah diri yang ditimbulkan oleh adanya perbandingan kondisi sosial. Kita menjadi lebih mudah untuk membandingkan hidup kita dengan orang lain yang kita lihat di media sosial.
Selain itu, dengan akses ke informasi yang begitu mudah di era digital dapat menimbulkan kondisi keterhubungan tanpa henti, dimana seseorang akan menjadi sangat sulit untuk berhenti, baik ketika sedang bekerja, menggunakan media sosial maupun akses hiburan seperti menonton film. Hal ini bisa menyebabkan rasa lelah hingga memicu stres.
Pada era digital, kita menjadi terbiasa untuk terus terhubung secara online. Secara tidak sadar kita menjadi terbiasa untuk harus terus terhubung. Bahkan hingga pada titik bisa merasa cemas ketika jauh dari ponsel.
Strategi mengelola stres digital
Meskipun kita sudah terbiasa untuk terus online dan memperoleh berbagai informasi dan menggunakan media sosial, sangat penting untuk dapat mengontrol diri agar tidak mengalami stres berlebih.
Detoks digital sangatlah penting. Sebaiknya bisa menentukan waktu bebas gadget setiap harinya agar screen time juga tidak berlebih dan bisa menimbulkan stres dan cemas. Penggunaan mode “Do Not Disturb” dapat menjadi solusi ketika sedang bekerja maupun istirahat agar saat bekerja tetap fokus dan saat istirahat dapat memiliki kualitas tidur yang optimal.
Mengatur waktu dan prioritas sangatlah penting. Kita tidak dapat memenuhi semua keinginan kita, namun kita harus mengetahui kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi dan menjadi prioritas.
Membuat list prioritas sangat penting untuk dapat membantu kita memilih kegiatan mana yang sebaiknya dilakukan terlebih dahulu dan membutuhkan porsi waktu yang lebih banyak.
Media sosial bisa menjadi platform baik untuk memperoleh berbagai informasi hingga hiburan, namun di sisi lain penggunaan berlebih juga bisa menjadi tidak sehat karena dapat memicu stres maupun cemas.
Bila diperlukan, unfollow akun tertentu yang memberikan dampak negatif dapat dilakukan. Selain itu, membatasi penggunaan media sosial dengan kontrol digital sebagai reminder juga dapat menjadi solusi.
Jika Anda sudah mengalami stres maupun cemas berlebih, upaya relaksasi dapat menjadi pilihan. Anda dapat meluangkan waktu untuk meditasi, mengatur pernapasan hingga berdoa.
Selain itu, melakukan kegiatan offline dapat membantu detoks dari berbagai stres maupun cemas di era digital. Anda dapat melakukan berbagai kegiatan yang disukai seperti berjalan-jalan, membaca maupun hal lain yang disukai.
Sangat penting juga untuk menjadwalkan berbagai aktivitas offline secara rutin dan berkala. Selain sangat penting untuk dapat membatasi diri dari paparan online, namun hal ini juga merupakan kebutuhan tubuh. Olahraga seperti yoga maupun jogging dapat membantu meredakan stres dan meningkatkan hormon endorfin.
Meskipun era digital memberikan akses dan kemudahan untuk berkomunikasi, namun komunikasi secara nyata dengan orang sekitar seperti teman dan keluarga sangatlah penting. Hal ini dapat membantu meningkatkan kualitas hubungan dan membangun support system yang dapat diandalkan.
Kapan perlu ke dokter?
Stres dan cemas di era digital dapat dialami oleh berbagai orang dari berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, sangat penting untuk dapat mengontrol diri secara penuh untuk dapat mencegah terjadinya stres maupun cemas.
Namun jika berbagai upaya kontrol dan pencegahan sudah dilakukan namun tetap mengalami stres dan cemas, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan orang sekitar seperti teman dan keluarga. Bila perlu, konsultasi lebih lanjut dengan profesional dapat dilakukan.
Jika stres dan cemas sudah cukup mengganggu aktivitas, seperti menimbulkan gangguan tidur, gangguan makan, cemas berlebih hingga merasa terisolasi atau kehilangan minat terhadap berbagai hal yang disukai, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog maupun psikiater.
Meskipun era digital menawarkan berbagai kemudahan, namun di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga dapat menimbulkan berbagai tantangan. Oleh karena itu, sangat penting untuk dapat mengontrol diri dan mengelola kemajuan teknologi di era digital dengan baik agar tetap sehat secara mental maupun emosional.
